Perawatan Khusus untuk Domba Hamil Tua

Perawatan Khusus untuk Domba Hamil Tua – Dalam dunia peternakan, fase kebuntingan akhir pada domba merupakan periode yang sangat krusial. Pada tahap ini, janin mengalami pertumbuhan pesat dan kebutuhan nutrisi induk meningkat secara signifikan. Jika tidak ditangani dengan tepat, risiko komplikasi seperti keguguran, kelahiran prematur, hingga kematian induk dan anak dapat terjadi. Oleh karena itu, pemahaman tentang perawatan khusus untuk domba hamil tua menjadi kunci keberhasilan usaha peternakan.

Domba betina atau induk dari spesies Ovis aries umumnya memiliki masa kebuntingan sekitar 147–152 hari. Memasuki sepertiga akhir kebuntingan (sekitar 6 minggu sebelum melahirkan), perubahan fisiologis mulai terlihat jelas. Perut membesar, ambing mulai berkembang, dan perilaku induk menjadi lebih tenang atau justru sensitif. Di sinilah peran peternak sangat dibutuhkan untuk memastikan kondisi induk tetap prima hingga proses kelahiran berlangsung.

Perawatan yang tepat tidak hanya berdampak pada keselamatan induk, tetapi juga menentukan kualitas anak domba yang lahir. Anak yang sehat akan tumbuh lebih cepat, memiliki daya tahan tubuh lebih baik, dan berpotensi meningkatkan produktivitas peternakan.

Manajemen Pakan dan Kesehatan pada Domba Hamil Tua

Faktor paling penting dalam perawatan domba hamil tua adalah manajemen nutrisi. Pada trimester terakhir, sekitar 70 persen pertumbuhan janin terjadi. Artinya, kebutuhan energi, protein, mineral, dan vitamin meningkat drastis dibandingkan fase awal kebuntingan.

Peningkatan Kualitas Pakan

Induk domba membutuhkan pakan berkualitas tinggi yang mudah dicerna. Hijauan segar tetap menjadi dasar ransum, tetapi perlu ditambah konsentrat yang mengandung protein 14–16 persen. Sumber protein dapat berasal dari bungkil kedelai, dedak halus, atau pakan komersial khusus induk bunting.

Selain itu, suplementasi mineral seperti kalsium dan fosfor sangat penting untuk pembentukan tulang janin dan mencegah gangguan metabolik pada induk. Kekurangan energi dapat menyebabkan kondisi ketosis atau pregnancy toxemia, yaitu gangguan metabolisme yang berbahaya dan sering terjadi pada kebuntingan akhir, terutama jika induk mengandung anak kembar.

Pemberian pakan sebaiknya dibagi menjadi beberapa kali dalam sehari untuk mengurangi tekanan pada rumen yang terdesak oleh pertumbuhan janin. Pastikan juga ketersediaan air bersih sepanjang waktu karena dehidrasi dapat memperburuk kondisi induk.

Pengelolaan Bobot Badan

Induk domba hamil tua tidak boleh terlalu kurus maupun terlalu gemuk. Skor kondisi tubuh (Body Condition Score/BCS) ideal berada pada angka 3–3,5 dari skala 1–5. Induk yang terlalu kurus berisiko melahirkan anak dengan bobot rendah, sedangkan induk terlalu gemuk berisiko mengalami kesulitan melahirkan (distokia).

Pemantauan bobot badan secara berkala membantu peternak menyesuaikan ransum sesuai kebutuhan. Evaluasi ini penting terutama pada peternakan skala intensif yang menargetkan produksi anak dalam jumlah besar.

Pencegahan Penyakit dan Vaksinasi

Menjelang kelahiran, sistem kekebalan induk harus berada dalam kondisi optimal. Vaksinasi terhadap penyakit tertentu, seperti enterotoxemia, biasanya diberikan beberapa minggu sebelum partus untuk meningkatkan antibodi yang nantinya akan diturunkan melalui kolostrum kepada anak.

Kebersihan kandang juga menjadi prioritas. Kandang harus kering, bersih, dan memiliki ventilasi baik untuk mencegah infeksi bakteri maupun parasit. Lantai yang lembap dapat meningkatkan risiko penyakit kuku dan infeksi saluran reproduksi.

Selain itu, lakukan pemeriksaan rutin terhadap tanda-tanda gangguan seperti nafsu makan menurun, lesu, atau keluarnya cairan abnormal. Deteksi dini sangat membantu dalam mencegah komplikasi serius.

Persiapan Kandang dan Penanganan Menjelang Kelahiran

Memasuki dua minggu terakhir kebuntingan, persiapan kelahiran harus dilakukan secara matang. Tahap ini memerlukan perhatian khusus karena induk mulai menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan.

Penyediaan Kandang Khusus (Kandang Beranak)

Induk sebaiknya dipindahkan ke kandang beranak yang terpisah dari kelompok utama. Kandang ini dirancang lebih tenang dan minim gangguan agar induk tidak stres. Alas kandang diberi jerami kering dan diganti secara rutin untuk menjaga kebersihan.

Ruang gerak harus cukup agar induk dapat berbaring dan berdiri dengan nyaman. Hindari kepadatan berlebih karena dapat meningkatkan risiko penularan penyakit serta menyebabkan stres sosial.

Tanda-Tanda Domba Akan Melahirkan

Beberapa tanda umum menjelang kelahiran antara lain:

  • Ambing membesar dan terasa hangat
  • Vulva membengkak dan mengeluarkan lendir
  • Induk tampak gelisah, sering berbaring dan berdiri
  • Nafsu makan menurun

Biasanya proses kelahiran berlangsung dalam beberapa tahap. Tahap pertama ditandai dengan kontraksi ringan, diikuti keluarnya kantung ketuban, dan akhirnya anak domba lahir. Jika proses berlangsung lebih dari dua jam tanpa kemajuan signifikan, peternak perlu segera memberikan bantuan atau menghubungi tenaga medis hewan.

Penanganan Setelah Anak Lahir

Setelah anak lahir, pastikan saluran pernapasan bersih dari lendir. Anak harus segera mendapatkan kolostrum dalam waktu maksimal dua jam pertama kehidupan. Kolostrum kaya antibodi yang sangat penting untuk membangun sistem imun anak.

Tali pusar dapat dipotong dan diberi antiseptik untuk mencegah infeksi. Induk juga perlu dipantau untuk memastikan plasenta keluar sempurna. Retensi plasenta dapat menyebabkan infeksi serius jika tidak ditangani.

Pemulihan Induk Pasca Melahirkan

Setelah melahirkan, induk membutuhkan pakan bergizi untuk mendukung produksi susu. Tambahkan sumber energi dan protein agar kondisi tubuh cepat pulih. Pastikan induk tidak mengalami demam atau tanda-tanda infeksi.

Periode laktasi awal merupakan fase penting karena kebutuhan nutrisi meningkat kembali. Manajemen yang baik pada fase ini akan memastikan anak tumbuh optimal dan induk siap untuk siklus reproduksi berikutnya.

Kesimpulan

Perawatan khusus untuk domba hamil tua merupakan investasi penting dalam keberhasilan usaha peternakan. Pada fase akhir kebuntingan, kebutuhan nutrisi meningkat, risiko gangguan metabolik lebih tinggi, dan perhatian terhadap kesehatan induk harus lebih intensif.

Manajemen pakan berkualitas, pemantauan kondisi tubuh, pencegahan penyakit, serta persiapan kandang beranak yang memadai menjadi kunci utama. Selain itu, pemahaman terhadap tanda-tanda kelahiran dan penanganan pasca melahirkan akan meminimalkan risiko komplikasi.

Sebagai hewan ternak dari spesies Ovis aries, domba memiliki potensi reproduksi yang baik jika dikelola secara profesional. Dengan perawatan yang tepat pada fase hamil tua, tingkat kelangsungan hidup induk dan anak dapat meningkat, produktivitas peternakan terjaga, serta keuntungan usaha menjadi lebih optimal dan berkelanjutan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top