Mengenal Cemani, Ayam Termahal di Dunia Punya Warna Serba Hitam

Mengenal Cemani, Ayam Termahal di Dunia Punya Warna Serba Hitam – Asal Usul Ayam Cemani Ayam Cemani adalah salah satu ras ayam yang berasal dari Indonesia, tepatnya dari daerah Kedu, Jawa Tengah. Nama “Cemani” sendiri diambil dari bahasa Jawa, di mana cemani berarti “hitam legam”. Keunikan ayam ini terletak pada warna hitam yang menyelimuti seluruh tubuhnya, mulai dari bulu, paruh, jengger, kulit, bahkan hingga tulang dan organ dalam. Fenomena ini disebabkan oleh kondisi genetik yang disebut fibromelanosis, yaitu mutasi gen yang membuat produksi pigmen melanin berlebihan.

Ayam ini sudah dikenal masyarakat Jawa sejak ratusan tahun lalu, bahkan dipercaya memiliki nilai mistis. Di masa lalu, ayam Cemani sering digunakan dalam ritual adat atau persembahan karena dianggap membawa keberuntungan, menolak bala, atau sebagai simbol kemakmuran. Tidak hanya di Indonesia, ketenarannya mulai menyebar ke berbagai negara sejak diperkenalkan ke pasar internasional pada akhir abad ke-20.

Secara fisik, ayam Cemani memiliki tubuh ramping, postur tegap, dan gerakan yang lincah. Warna bulunya berkilau kehijauan jika terkena sinar matahari. Berat tubuh ayam jantan dewasa bisa mencapai 2–2,5 kg, sedangkan betina sedikit lebih ringan. Selain keindahan fisik, ayam Cemani juga memiliki suara kokok yang khas, yang membuatnya semakin istimewa bagi para penghobi unggas hias.

Keunikan dan Harga Fantastis
Keistimewaan ayam Cemani tidak hanya pada warna serba hitamnya. Bahkan darahnya pun sering terlihat lebih gelap dibanding ayam biasa. Warna hitam pada seluruh tubuhnya membuatnya dijuluki “Lamborghini of Poultry” oleh media internasional, karena dianggap mewah dan langka.

Harga ayam Cemani di pasar internasional bisa mencapai USD 2.500 hingga 5.000 per ekor (sekitar puluhan juta rupiah), tergantung kualitas dan kemurnian genetiknya. Di Indonesia sendiri, harganya bervariasi mulai dari jutaan hingga puluhan juta rupiah, tergantung usia, kelengkapan fisik, dan tingkat kehitaman. Ayam yang memiliki warna hitam sempurna, tanpa ada bercak warna lain, biasanya dihargai jauh lebih mahal.

Selain sebagai hewan hias, ada juga yang memelihara ayam Cemani untuk tujuan pembiakan, karena permintaannya cukup tinggi. Namun, jumlahnya terbatas karena tingkat keberhasilan penetasan telur Cemani sering kali tidak setinggi ayam biasa. Sifatnya yang sensitif terhadap lingkungan dan memerlukan perawatan khusus juga membuatnya jarang ditemukan dalam jumlah besar.

Banyak kolektor ayam hias di luar negeri mengimpor Cemani dari Indonesia, sehingga ayam ini menjadi salah satu komoditas unggas yang mengharumkan nama Indonesia di dunia. Bahkan, beberapa peternak di Eropa dan Amerika mencoba mengembangkan varietasnya, meskipun ayam Cemani asli dari Indonesia tetap dianggap paling berharga.

Kesimpulan
Ayam Cemani adalah salah satu kekayaan hayati Indonesia yang mendunia. Keindahan warna hitamnya, sejarah panjangnya dalam budaya Jawa, serta kelangkaannya membuat ayam ini memiliki nilai jual yang fantastis. Dari hewan peliharaan biasa hingga ikon kemewahan, Cemani membuktikan bahwa Indonesia punya potensi besar di sektor unggas hias.

Keberadaan ayam Cemani tidak hanya membanggakan secara estetika, tetapi juga secara ekonomi. Selama dijaga kemurnian genetik dan populasinya, ayam ini dapat menjadi sumber penghasilan yang menguntungkan bagi para peternak. Di sisi lain, pelestarian ayam Cemani juga berarti menjaga salah satu warisan budaya dan genetika asli Nusantara agar tetap lestari untuk generasi mendatang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top