
Tips Merawat Anak Angsa (Gosling) agar Tidak Mudah Mati – Beternak angsa menjadi salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan, baik untuk produksi daging, telur, maupun sebagai hewan penjaga alami di area persawahan dan pekarangan. Namun, fase paling krusial dalam beternak angsa adalah saat merawat anak angsa atau gosling. Pada usia dini, gosling sangat rentan terhadap perubahan suhu, serangan penyakit, kesalahan pakan, serta stres lingkungan. Tingkat kematian yang tinggi umumnya terjadi pada dua hingga tiga minggu pertama kehidupan.
Agar usaha ternak berjalan sukses, peternak perlu memahami kebutuhan dasar gosling sejak hari pertama menetas. Perawatan yang tepat akan meningkatkan daya tahan tubuh, mempercepat pertumbuhan, serta meminimalkan risiko kematian. Berikut panduan lengkap merawat anak angsa agar tidak mudah mati.
Persiapan Kandang dan Pengaturan Suhu yang Ideal
Faktor utama yang menentukan kelangsungan hidup gosling adalah suhu lingkungan. Anak angsa belum mampu mengatur suhu tubuhnya sendiri secara optimal pada minggu-minggu awal. Jika terlalu dingin, gosling bisa mengalami hipotermia. Sebaliknya, suhu terlalu panas dapat menyebabkan stres dan dehidrasi.
Pada minggu pertama, suhu kandang ideal berkisar antara 30–32°C. Suhu ini bisa diturunkan secara bertahap sekitar 2–3°C setiap minggu hingga mencapai suhu normal lingkungan. Untuk menjaga kehangatan, peternak bisa menggunakan lampu pijar atau pemanas khusus (brooder). Pastikan lampu dipasang pada ketinggian yang sesuai agar panas merata dan tidak terlalu menyengat.
Perhatikan perilaku gosling sebagai indikator kenyamanan suhu. Jika mereka bergerombol tepat di bawah lampu, berarti suhu terlalu dingin. Jika menjauh dari sumber panas dan terlihat terengah-engah, kemungkinan kandang terlalu panas. Kondisi ideal ditandai dengan gosling yang menyebar merata dan aktif.
Selain suhu, kebersihan kandang sangat penting. Alas kandang sebaiknya menggunakan sekam padi kering atau serbuk kayu yang bersih dan mudah menyerap kotoran. Ganti alas secara rutin agar tetap kering dan tidak lembap. Lingkungan lembap menjadi sarang bakteri dan jamur yang dapat memicu penyakit.
Ventilasi kandang juga harus diperhatikan. Sirkulasi udara yang baik membantu mengurangi kadar amonia dari kotoran serta menjaga kualitas udara tetap segar. Namun, hindari angin langsung yang bisa membuat gosling kedinginan.
Kepadatan kandang pun perlu diperhitungkan. Untuk usia 0–2 minggu, idealnya satu meter persegi diisi 10–12 ekor gosling. Kepadatan berlebihan meningkatkan risiko stres dan penularan penyakit.
Pemberian Pakan, Air, dan Pencegahan Penyakit
Asupan nutrisi yang tepat sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan daya tahan tubuh gosling. Pada usia awal, berikan pakan khusus starter unggas dengan kandungan protein sekitar 20–22 persen. Protein tinggi dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan jaringan dan pembentukan bulu.
Pakan diberikan dalam bentuk butiran halus agar mudah dicerna. Pastikan tempat pakan selalu bersih dan tidak tercampur kotoran. Pemberian pakan sebaiknya dilakukan secara ad libitum atau tersedia sepanjang hari, karena gosling memiliki metabolisme cepat dan membutuhkan energi cukup.
Selain pakan utama, Anda bisa menambahkan sayuran hijau segar seperti daun kangkung atau rumput muda dalam jumlah kecil setelah usia satu minggu. Namun, pastikan sayuran dicuci bersih untuk menghindari kontaminasi pestisida atau parasit.
Air minum harus selalu tersedia dan dalam kondisi bersih. Gunakan tempat minum yang tidak terlalu dalam untuk mencegah gosling tercebur dan basah kuyup. Anak angsa yang basah dapat dengan cepat kehilangan panas tubuh dan berisiko mati. Air minum sebaiknya diganti minimal dua kali sehari.
Penambahan vitamin dan elektrolit ke dalam air minum pada minggu pertama sangat dianjurkan. Vitamin membantu meningkatkan imunitas dan mengurangi stres akibat perpindahan atau perubahan lingkungan. Produk vitamin khusus unggas biasanya tersedia di toko peternakan.
Pencegahan penyakit menjadi langkah penting berikutnya. Penyakit yang sering menyerang gosling antara lain infeksi bakteri, diare, dan gangguan pernapasan. Gejala awal yang perlu diwaspadai meliputi lesu, bulu mengembang, nafsu makan menurun, dan kotoran encer.
Jika ditemukan gosling sakit, segera pisahkan dari kelompok untuk mencegah penularan. Konsultasikan dengan petugas kesehatan hewan atau mantri ternak untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Jangan sembarangan memberikan antibiotik tanpa dosis yang jelas.
Menjaga kebersihan peralatan pakan dan minum juga menjadi kunci pencegahan penyakit. Cuci dan keringkan secara rutin agar tidak menjadi sumber bakteri. Disinfeksi kandang secara berkala, terutama sebelum memasukkan batch gosling baru.
Selain itu, hindari stres berlebihan seperti suara bising, gangguan hewan predator, atau perpindahan kandang yang terlalu sering. Stres dapat menurunkan sistem imun dan membuat gosling lebih rentan terhadap penyakit.
Pada usia lebih dari tiga minggu, gosling mulai tumbuh lebih kuat dan tahan terhadap perubahan cuaca. Namun, tetap lakukan pengawasan rutin hingga mereka benar-benar siap dipindahkan ke kandang pembesaran atau area umbaran.
Perawatan yang konsisten sejak awal akan menghasilkan pertumbuhan yang seragam dan angka kematian rendah. Peternak yang disiplin dalam menjaga suhu, kebersihan, serta kualitas pakan biasanya mampu menekan tingkat kematian hingga di bawah 5 persen.
Beternak angsa memang membutuhkan ketelatenan, terutama di fase starter. Namun, jika dilakukan dengan benar, hasilnya akan sebanding dengan usaha yang dikeluarkan. Angsa dikenal memiliki daya tahan tubuh yang cukup kuat setelah melewati masa rentan di awal kehidupan.
Kesimpulan
Merawat anak angsa agar tidak mudah mati memerlukan perhatian khusus pada dua aspek utama, yaitu pengaturan suhu kandang dan manajemen pakan serta kesehatan. Suhu yang stabil, kandang bersih, ventilasi baik, serta kepadatan ideal menjadi fondasi utama keberhasilan pemeliharaan gosling. Di sisi lain, pemberian pakan berkualitas tinggi, air bersih, vitamin tambahan, serta pencegahan penyakit secara disiplin akan meningkatkan daya tahan tubuh anak angsa.
Dengan perawatan yang tepat sejak hari pertama, tingkat kematian dapat ditekan secara signifikan dan pertumbuhan gosling menjadi optimal. Ketelatenan dan konsistensi adalah kunci sukses dalam membesarkan anak angsa hingga siap menjadi angsa dewasa yang produktif dan bernilai ekonomi tinggi.