
Tips Mengatasi Scabies (Gudik) pada Kambing secara Tuntas – Scabies atau yang dalam istilah peternakan dikenal sebagai gudik, merupakan salah satu penyakit kulit yang umum menyerang kambing. Penyakit ini disebabkan oleh mite Sarcoptes scabiei, parasit mikroskopis yang menggali ke dalam kulit, menimbulkan gatal intens, kerontokan bulu, luka, dan infeksi sekunder. Jika tidak ditangani dengan tepat, scabies dapat memengaruhi pertumbuhan kambing, produksi susu, dan kesehatan ternak secara keseluruhan, bahkan menyebabkan kematian pada kasus berat.
Artikel ini membahas penyebab, gejala, metode pengobatan, pencegahan, serta tips praktis untuk mengatasi scabies pada kambing secara tuntas, sehingga peternak dapat menjaga kesehatan ternak dan produktivitas usaha.
Penyebab Scabies pada Kambing
Scabies pada kambing disebabkan oleh infestasi tungau mikroskopis yang hidup di kulit ternak. Beberapa faktor memicu penyebaran dan kemunculan scabies, antara lain:
- Kontak Langsung:
Kambing yang sehat dapat tertular melalui kontak langsung dengan kambing yang terinfeksi. Tungau mudah berpindah saat kambing saling bersentuhan. - Lingkungan Terkontaminasi:
Tungau bisa bertahan sementara di kandang, tempat tidur, atau alat peternakan. Kebersihan kandang yang buruk meningkatkan risiko penyebaran. - Sistem Imun Lemah:
Kambing muda, sakit, atau kekurangan nutrisi lebih rentan terhadap infestasi scabies. - Pindah Ternak:
Membeli kambing dari peternak lain tanpa karantina dapat membawa parasit baru ke dalam peternakan.
Memahami penyebab ini penting untuk menerapkan langkah pengendalian yang tepat, termasuk isolasi kambing yang sakit dan kebersihan kandang.
Gejala Scabies pada Kambing
Scabies memiliki gejala khas yang memudahkan identifikasi dini:
- Gatal Intens:
Kambing akan menggaruk atau menggesek tubuhnya ke dinding kandang, batang pohon, atau benda lain. Gatal biasanya paling parah di telinga, leher, dada, perut, dan kaki. - Kerontokan Bulu:
Area yang terkena scabies biasanya mengalami kebotakan sebagian atau bulu rontok bercampur sisik kulit. - Kulit Mengelupas dan Merah:
Infestasi menyebabkan kulit menebal, bersisik, dan kemerahan. Luka akibat garukan dapat muncul dan meningkatkan risiko infeksi sekunder. - Penurunan Berat Badan dan Produksi:
Kambing yang terganggu oleh gatal dan stres cenderung makan lebih sedikit, mengurangi pertumbuhan dan produksi susu. - Infeksi Sekunder:
Luka terbuka akibat garukan bisa terinfeksi bakteri, menimbulkan nanah atau bau tidak sedap.
Deteksi dini gejala scabies memungkinkan pengobatan lebih cepat dan mengurangi risiko penyebaran ke kambing lain.
Pengobatan Scabies pada Kambing
Pengobatan scabies harus dilakukan secara sistematis dan tuntas agar tungau benar-benar hilang. Beberapa metode yang umum digunakan antara lain:
- Insektisida Topikal:
- Gunakan obat tetes atau semprot khusus scabies untuk kambing, seperti amitraz, ivermectin topical, atau permethrin.
- Semprotkan merata pada seluruh tubuh, termasuk area sulit dijangkau seperti telinga dan lipatan kulit.
- Ulangi sesuai anjuran, biasanya 7–14 hari, untuk memastikan semua tungau dewasa dan larva terbasmi.
- Obat Sistemik:
- Beberapa kasus membutuhkan obat suntik atau oral, seperti ivermectin injeksi.
- Suntikkan sesuai dosis yang dianjurkan oleh dokter hewan.
- Obat sistemik efektif membunuh tungau yang berada di lapisan kulit dan mengurangi risiko resistensi.
- Perawatan Luka dan Infeksi Sekunder:
- Bersihkan luka dengan antiseptik ringan untuk mencegah infeksi bakteri.
- Jika terdapat nanah atau peradangan, dokter hewan mungkin meresepkan antibiotik.
- Isolasi Kambing Terinfeksi:
- Pisahkan kambing yang sakit dari kambing sehat untuk mencegah penyebaran.
- Pastikan area isolasi bersih dan kering.
Pencegahan dan Kebersihan Kandang
Pencegahan scabies sama pentingnya dengan pengobatan. Langkah-langkah pencegahan meliputi:
- Karantina Ternak Baru:
Kambing baru sebaiknya dikarantina 14–21 hari dan diperiksa tanda scabies sebelum dimasukkan ke kandang utama. - Kebersihan Kandang:
- Bersihkan dan disinfeksi kandang secara rutin.
- Ganti alas tidur atau jerami secara berkala.
- Pemeliharaan Kesehatan Kambing:
- Berikan pakan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh.
- Lakukan vaksinasi dan pemeriksaan rutin.
- Rotasi Pengobatan Pencegahan:
Beberapa peternak menggunakan obat tetes insektisida secara berkala sebagai tindakan preventif.
Dengan langkah pencegahan yang konsisten, risiko kambing terinfeksi scabies dapat diminimalkan, menjaga kesehatan ternak dan produktivitas.
Tips Praktis Mengatasi Scabies secara Tuntas
Agar pengobatan scabies efektif, berikut beberapa tips praktis:
- Gunakan Obat Sesuai Anjuran Dokter Hewan: Jangan menebak dosis atau jenis obat, karena bisa menyebabkan resistensi atau keracunan.
- Rawat Seluruh Kambing: Jika satu kambing terinfeksi, perlakukan seluruh kambing di kandang untuk mencegah penyebaran.
- Bersihkan Lingkungan Sekitar: Termasuk kandang, peralatan makan, dan area tidur kambing. Tungau bisa bertahan beberapa hari di lingkungan.
- Pantau Kambing Setelah Pengobatan: Amati tanda-tanda membaik seperti berkurangnya gatal, bulu mulai tumbuh kembali, dan kesehatan umum kambing membaik.
- Catat Riwayat Pengobatan: Membantu pengelolaan dan evaluasi efektivitas obat untuk pemeliharaan jangka panjang.
Pendekatan menyeluruh antara pengobatan, isolasi, kebersihan, dan pencegahan memastikan scabies dapat diatasi secara tuntas dan kambing kembali sehat.
Kesimpulan
Scabies (gudik) merupakan penyakit kulit serius pada kambing yang dapat memengaruhi kesehatan, pertumbuhan, dan produksi ternak. Penyakit ini disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei yang menyerang kulit, menimbulkan gatal intens, kerontokan bulu, dan infeksi sekunder.
Penanganan scabies harus dilakukan secara tuntas melalui kombinasi pengobatan topikal dan sistemik, perawatan luka, isolasi kambing yang sakit, serta kebersihan kandang yang ketat. Pencegahan melalui karantina ternak baru, perawatan kesehatan, dan disinfeksi kandang sangat penting untuk mencegah penyebaran.
Dengan pendekatan yang konsisten dan cermat, peternak dapat mengatasi scabies pada kambing, memulihkan kesehatan ternak, dan menjaga produktivitas usaha secara berkelanjutan. Mengelola penyakit ini secara profesional juga mengurangi kerugian ekonomi dan meningkatkan kualitas ternak di perkebunan kambing.