
Mengenal Merpati Jacobin: Si Modis dengan Kerah Bulu Tinggi – Di dunia burung hias, merpati tidak hanya dikenal sebagai simbol kesetiaan atau hewan pembawa pesan di masa lalu, tetapi juga sebagai satwa dengan keindahan estetika yang luar biasa. Salah satu jenis merpati hias yang paling unik dan mudah dikenali adalah Merpati Jacobin. Burung ini sering dijuluki sebagai “si modis” karena memiliki ciri khas berupa kerah bulu tinggi yang melingkari kepala dan lehernya, menyerupai tudung atau mantel elegan.
Keunikan penampilan tersebut membuat Merpati Jacobin menjadi primadona di kalangan penghobi burung hias, terutama dalam kontes dan pameran internasional. Tidak hanya menarik secara visual, merpati ini juga memiliki sejarah panjang, karakter unik, serta teknik perawatan khusus yang membedakannya dari jenis merpati lain. Mengenal lebih dekat Merpati Jacobin berarti menyelami perpaduan antara keindahan, sejarah, dan seni dalam dunia perburungan hias.
Asal Usul dan Karakteristik Unik Merpati Jacobin
Merpati Jacobin diyakini berasal dari wilayah Asia Selatan, khususnya India, sebelum akhirnya menyebar ke Eropa melalui jalur perdagangan pada abad ke-16. Nama “Jacobin” sendiri diduga terinspirasi dari ordo biarawan Jacobin di Eropa yang mengenakan jubah dengan tudung tinggi, mirip dengan kerah bulu yang dimiliki burung ini. Sejak saat itu, Merpati Jacobin dikembangkan secara selektif oleh para breeder di Eropa untuk mempertegas ciri khas bulunya.
Ciri paling mencolok dari Merpati Jacobin adalah ruff, yaitu bulu panjang yang tumbuh mengelilingi kepala, leher, dan sebagian dada. Ruff ini terdiri dari tiga bagian utama: hood (bagian belakang kepala), mane (bagian samping), dan chain (bagian depan). Kombinasi ketiganya membentuk tampilan seperti kerah megah yang membuat wajah burung hampir tidak terlihat dari samping.
Selain kerah bulu, Merpati Jacobin memiliki postur tubuh yang relatif kecil dan ramping. Kepalanya kecil, paruh pendek, dan mata yang tersembunyi di balik ruff. Warna bulu Jacobin sangat beragam, mulai dari putih polos, hitam, cokelat, merah bata, hingga kombinasi warna tertentu. Dalam dunia kontes, kerapian ruff, simetri bulu, dan postur tubuh menjadi poin penilaian utama.
Dari segi perilaku, Merpati Jacobin cenderung lebih tenang dan tidak agresif. Namun, karena ruff yang menutupi sebagian pandangannya, burung ini sering terlihat berjalan perlahan dan berhati-hati. Kondisi ini menjadikannya kurang cocok untuk dilepas bebas, tetapi sangat ideal sebagai burung hias dalam kandang khusus.
Perawatan, Pakan, dan Tantangan Memelihara Merpati Jacobin
Memelihara Merpati Jacobin membutuhkan perhatian ekstra, terutama terkait dengan kebersihan dan kondisi bulu. Ruff yang panjang dan lebat sangat rentan kotor, basah, atau rusak jika lingkungan kandang tidak terjaga dengan baik. Oleh karena itu, kandang Jacobin sebaiknya kering, bersih, dan terlindung dari angin serta hujan langsung.
Ukuran kandang tidak perlu terlalu besar, tetapi harus cukup untuk burung bergerak dengan nyaman tanpa merusak bulu kerahnya. Banyak penghobi menggunakan kandang individual atau kandang koloni kecil dengan pembatas yang meminimalkan gesekan antarburung. Lantai kandang sebaiknya mudah dibersihkan untuk mencegah kotoran menempel pada bulu.
Dari sisi pakan, Merpati Jacobin tidak jauh berbeda dengan merpati hias lainnya. Pakan utama berupa campuran biji-bijian seperti jagung pecah, milet, gandum, dan kacang-kacangan kecil. Pemberian grit, mineral, dan vitamin tambahan sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan tulang dan kualitas bulu. Air minum harus selalu bersih dan diganti secara rutin.
Salah satu tantangan terbesar dalam memelihara Jacobin adalah perawatan bulu. Ruff yang indah memerlukan kondisi nutrisi dan lingkungan yang optimal. Kekurangan nutrisi, stres, atau infeksi parasit dapat menyebabkan bulu kusam, rontok, atau tumbuh tidak simetris. Beberapa penghobi bahkan melakukan perawatan tambahan seperti memandikan burung secara terkontrol dan mengeringkannya dengan hati-hati.
Dalam hal reproduksi, Merpati Jacobin termasuk burung yang cukup sensitif. Ruff yang besar terkadang menyulitkan proses kawin dan mengerami telur. Oleh karena itu, peternak berpengalaman sering melakukan pemantauan intensif atau menggunakan induk asuh dari jenis merpati lain untuk menetaskan telur Jacobin. Meski terkesan rumit, hasilnya sepadan dengan kualitas burung yang dihasilkan.
Nilai Estetika dan Popularitas Merpati Jacobin di Dunia Hobi
Merpati Jacobin memiliki nilai estetika yang sangat tinggi, menjadikannya salah satu jenis merpati hias paling prestisius di dunia. Dalam berbagai kontes internasional, Jacobin sering menjadi pusat perhatian karena tampilannya yang elegan dan “berkelas”. Penilaian biasanya berfokus pada kesempurnaan ruff, proporsi tubuh, serta kondisi bulu secara keseluruhan.
Di Indonesia, minat terhadap Merpati Jacobin terus meningkat seiring berkembangnya komunitas burung hias. Meski belum sepopuler merpati balap atau burung kicau, Jacobin memiliki segmen penggemar tersendiri yang mengutamakan keindahan visual dan keunikan. Harga burung ini pun relatif tinggi, terutama untuk individu dengan kualitas kontes dan silsilah unggul.
Selain sebagai burung hias, Merpati Jacobin juga dianggap sebagai simbol seni dan dedikasi dalam dunia perburungan. Proses perawatan yang teliti mencerminkan kesabaran dan kecintaan pemilik terhadap detail. Tidak sedikit penghobi yang menjadikan pemeliharaan Jacobin sebagai hobi eksklusif sekaligus investasi jangka panjang.
Popularitas Jacobin juga didukung oleh kehadirannya dalam berbagai literatur dan standar internasional merpati hias. Hal ini menjadikannya salah satu ras merpati yang paling terdokumentasi dan diakui secara global. Keindahan yang konsisten dari generasi ke generasi membuktikan bahwa Jacobin bukan sekadar burung, melainkan karya hidup hasil seleksi manusia.
Kesimpulan
Merpati Jacobin adalah contoh sempurna bagaimana keindahan alam dapat dipadukan dengan sentuhan seleksi manusia hingga menghasilkan burung hias yang luar biasa unik. Dengan kerah bulu tinggi yang menyerupai busana mewah, Jacobin layak disebut sebagai “si modis” dalam dunia merpati.
Meski membutuhkan perawatan ekstra dan perhatian khusus, pesona estetika serta nilai prestise yang dimilikinya membuat Merpati Jacobin sangat diminati oleh penghobi sejati. Bagi mereka yang mengutamakan keindahan, ketelitian, dan seni dalam memelihara burung, Merpati Jacobin bukan sekadar peliharaan, melainkan simbol keanggunan dan dedikasi dalam dunia burung hias.