
Cara Mengobati Scabies dan Gudik pada Domba hingga Tuntas – Scabies dan gudik merupakan penyakit kulit yang umum menyerang domba, terutama pada lingkungan peternakan yang padat atau kurang terjaga kebersihannya. Kedua penyakit ini disebabkan oleh infestasi parasit eksternal, yaitu tungau yang menyerang kulit domba, sehingga menimbulkan gatal, iritasi, kerontokan bulu, dan penurunan kondisi tubuh. Jika tidak ditangani dengan tepat, scabies dan gudik dapat menurunkan produktivitas ternak, meningkatkan risiko infeksi sekunder, bahkan menyebabkan kematian pada kasus berat. Oleh karena itu, pengelolaan yang cepat dan tuntas menjadi hal penting dalam pemeliharaan domba yang sehat dan produktif.
Penanganan scabies dan gudik pada domba membutuhkan kombinasi diagnosis tepat, pengobatan yang efektif, dan pengendalian lingkungan. Pengobatan yang setengah-setengah atau salah dosis dapat membuat parasit bertahan dan menginfeksi kembali ternak lain. Dengan strategi yang sistematis, penyakit kulit pada domba bisa diatasi hingga tuntas, menjaga kesehatan ternak dan kelancaran produksi daging atau susu.
Mengenal Penyebab Scabies dan Gudik pada Domba
Scabies pada domba disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei var. ovis, sedangkan gudik biasanya disebabkan oleh tungau Psoroptes ovis. Kedua jenis tungau ini hidup di kulit domba, memakan jaringan kulit dan menimbulkan gatal intens. Infestasi biasanya dimulai pada area leher, telinga, punggung, dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh jika tidak segera ditangani.
Tanda-tanda klinis scabies dan gudik antara lain: gatal-gatal berlebihan, bulu rontok, kulit menebal atau bersisik, munculnya luka akibat digaruk, dan penurunan kondisi tubuh. Pada kasus kronis, domba bisa mengalami penurunan berat badan dan penurunan produktivitas. Diagnosis dini sangat penting agar pengobatan dapat dilakukan sebelum infestasi meluas.
Penyebaran parasit terjadi melalui kontak langsung antar ternak atau melalui benda-benda yang terkontaminasi, seperti kandang, selimut, dan peralatan ternak. Kondisi kandang yang lembap, kotor, dan padat mempercepat penyebaran tungau. Oleh karena itu, pengendalian lingkungan menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi pengobatan.
Strategi Pengobatan Scabies dan Gudik
Pengobatan scabies dan gudik pada domba harus dilakukan dengan teliti dan sesuai dosis, biasanya menggunakan obat topikal atau sistemik. Beberapa pilihan obat yang umum digunakan antara lain:
- Avermektin atau Ivermektin: Obat ini efektif membunuh tungau penyebab scabies dan gudik. Dosis biasanya diberikan secara subkutan, sesuai petunjuk veteriner, dan diulang setelah 10–14 hari untuk memastikan tungau yang belum dewasa ikut tersingkir.
- Permethrin atau Fipronil: Digunakan secara topikal, disemprotkan langsung ke kulit domba. Efektivitasnya tinggi jika seluruh tubuh domba terlapisi obat. Pengulangan pemberian obat biasanya dilakukan sesuai petunjuk untuk memastikan infestasi tuntas.
- Sulfur atau minyak parasiticide alami: Beberapa peternak menggunakan campuran sulfur atau minyak nabati yang memiliki sifat membunuh parasit. Metode ini lebih ramah lingkungan, tetapi memerlukan aplikasi lebih sering dan teliti.
Selain pengobatan langsung pada domba, perawatan lingkungan kandang sangat penting. Semua perlengkapan, selimut, dan alas kandang yang terkontaminasi harus dibersihkan atau disemprot obat anti-tungau. Pembersihan kandang secara rutin, pergantian alas kandang, dan penyemprotan desinfektan membantu mencegah re-infeksi.
Pengobatan juga harus dilakukan secara menyeluruh untuk seluruh populasi domba di peternakan. Jika hanya sebagian domba yang diobati, tungau akan tetap bertahan pada domba yang belum diobati dan bisa menginfeksi kembali ternak lainnya. Oleh karena itu, strategi pengendalian yang sistematis melibatkan pemeriksaan semua ternak dan penanganan serentak.
Pencegahan Infestasi Ulang
Setelah scabies dan gudik berhasil diobati, langkah pencegahan menjadi fokus utama. Pencegahan meliputi:
- Kebersihan kandang: Membersihkan kandang secara rutin, mengganti alas kandang, dan menjaga ventilasi agar udara tetap kering. Kondisi lembap dan kotor mempercepat penyebaran tungau.
- Karantina ternak baru: Domba baru sebaiknya dikarantina selama 2–4 minggu dan diperiksa kesehatan kulitnya sebelum digabung dengan populasi lama.
- Pemeriksaan rutin: Memeriksa kondisi kulit domba secara berkala dapat mendeteksi infestasi dini, sehingga pengobatan dapat dilakukan sebelum menyebar luas.
- Manajemen populasi: Menjaga kepadatan ternak dalam kandang agar tidak terlalu padat mengurangi kontak langsung dan memperlambat penyebaran tungau.
Selain itu, edukasi peternak mengenai tanda-tanda awal scabies dan gudik, teknik penyadapan obat, dan pengelolaan lingkungan sangat penting agar penyakit kulit dapat dikendalikan secara berkelanjutan.
Kesimpulan
Scabies dan gudik pada domba merupakan penyakit kulit yang serius tetapi dapat diatasi dengan strategi pengobatan yang tepat dan menyeluruh. Penggunaan obat yang sesuai, perawatan lingkungan kandang, dan pengendalian populasi ternak merupakan kunci agar infestasi parasit tuntas dan tidak menimbulkan masalah berulang.
Dengan pendekatan yang sistematis, scabies dan gudik tidak hanya dapat diobati hingga tuntas, tetapi juga mencegah penularan di masa depan, menjaga kesehatan ternak, dan meningkatkan produktivitas domba. Penanganan yang konsisten dan pencegahan yang berkelanjutan memastikan peternakan tetap sehat, aman, dan menguntungkan bagi peternak.